Banjir Rendam Desa Semudun Mempawah, Warga Tetap Bertahan dan Berdoa Hujan Segera Reda
Info Mempawah- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sejak Jumat (12/9/2025) membuat sejumlah wilayah tergenang banjir. Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Jalan Pendidikan Dusun Permai, Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit.
Hingga Minggu (14/9/2025) pagi, air masih belum surut dan merendam puluhan rumah warga. Ketinggian air dilaporkan mencapai 15–20 sentimeter, membuat sebagian perabot rumah tangga warga terendam dan aktivitas sehari-hari terganggu.
Thabrani, salah seorang warga Jalan Pendidikan, mengungkapkan bahwa banjir ini mulai terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Mempawah sejak Jumat malam. Air semakin naik karena adanya aliran dari daerah perhuluan yang mengalir ke permukiman.
“Sejak Jumat sore hujan deras tidak berhenti. Air yang datang dari kawasan perhuluan menambah volume banjir. Sampai hari ini air belum surut,” kata Thabrani.

Baca Juga : Kafilah Mempawah Siap Pertahankan Juara Umum MTQ ke-33 di Kapuas Hulu
Meski genangan cukup tinggi, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi.
Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
“Kami tetap waspada, terutama terhadap aliran listrik dan hewan berbisa seperti ular atau lipan yang bisa masuk rumah saat banjir,” ujarnya.
Warga berharap hujan ekstrem segera berhenti agar air bisa cepat surut.
“Kalau hujan berhenti, air dari hulu bisa berkurang. Kami hanya khawatir jika hujan deras kembali turun malam ini, banjir bisa makin parah,” imbuh Thabrani.
Selain Dusun Permai, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, serta Dusun Moton, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Beberapa titik jalan juga mulai tergenang, sehingga kendaraan harus berhati-hati saat melintas.
Pemerintah desa bersama aparat kecamatan sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi warga dan mempersiapkan langkah antisipasi jika ketinggian air bertambah. Petugas juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Banjir ini menjadi pengingat pentingnya perawatan saluran drainase dan pengendalian air dari kawasan perhuluan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
















