Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Gubernur Kalbar Ria Norsan di Akhir Pekan

cek disini

KPK Periksa Gubernur Kalbar Ria Norsan di Akhir Pekan, Ini Alasan dan Perkembangan Terbaru Kasus Proyek Jalan Mempawah

Info Mempawah- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memeriksa Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah. Menariknya, pemeriksaan tersebut dilakukan di akhir pekan, tepatnya Sabtu (4/10/2025), di Mapolda Kalbar.

Langkah ini menimbulkan pertanyaan publik, mengingat biasanya pemeriksaan pejabat tinggi daerah dilakukan pada hari kerja. Namun, KPK memiliki alasan tersendiri mengapa jadwal pemeriksaan digelar pada hari Sabtu.


Pemeriksaan di Akhir Pekan Karena Padatnya Jadwal Penyidikan

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, pemeriksaan Gubernur Ria Norsan dilakukan di akhir pekan lantaran penyidik tengah bekerja maraton memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut sepanjang minggu sebelumnya.

“Saudara RN (Ria Norsan) dijadwalkan di hari Sabtu karena hari-hari sebelumnya sudah banyak saksi lain yang diperiksa, baik dari ASN maupun pihak swasta. Jadwal penyidik sangat padat,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, penyidik bekerja tanpa henti dalam mengumpulkan keterangan dan bukti tambahan, termasuk melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi penting.

Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Gubernur Kalbar Ria Norsan di Akhir Pekan
Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Gubernur Kalbar Ria Norsan di Akhir Pekan

Baca Juga : Polres Mempawah Beri Kejutan HUT ke-80 TNI, Wujud Soliditas Tanpa Batas!


Rumah Dinas dan Kediaman Pribadi Ria Norsan Digeledah

Budi mengonfirmasi bahwa tim penyidik juga telah menggeledah rumah dinas Bupati Mempawah serta kediaman pribadi Gubernur Ria Norsan. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan proyek jalan yang diduga bermasalah.

“Dari hasil penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Semuanya akan dianalisis untuk memperkuat konstruksi perkara,” jelas Budi.

Menurutnya, proses penyidikan yang intensif dan berurutan ini menjadi bagian dari upaya KPK mempercepat pengungkapan kasus yang disebut-sebut melibatkan beberapa pejabat daerah.


Kasus Proyek Jalan Mempawah, Tiga Orang Sudah Jadi Tersangka

KPK sebelumnya telah mengumumkan bahwa dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mempawah, sudah ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Dua di antaranya merupakan penyelenggara negara, sementara satu lainnya berasal dari pihak swasta.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada April lalu.

“Dari penyidikan ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Dua merupakan penyelenggara negara dan satu dari pihak swasta,” ujarnya.

Meski demikian, identitas ketiga tersangka tersebut belum diungkap ke publik, karena masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.


16 Lokasi Digeledah, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan

Sebagai bagian dari proses penyidikan, tim KPK telah melakukan penggeledahan di 16 titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Mempawah, Sanggau, dan Kota Pontianak. Dari operasi tersebut, KPK menyita berbagai dokumen, catatan keuangan proyek, serta perangkat elektronik yang diduga terkait dengan praktik penyimpangan dalam proyek peningkatan jalan tersebut.

“Beberapa lokasi yang digeledah termasuk kantor pemerintah daerah, rumah pribadi pejabat, dan tempat usaha rekanan,” tambah Tessa.


Proyek Bernilai Miliaran, Diduga Ada Manipulasi dan Mark-Up

Berdasarkan informasi awal, proyek jalan di Kabupaten Mempawah ini disebut memiliki nilai kontrak mencapai puluhan miliar rupiah. Dugaan penyimpangan muncul setelah ditemukan indikasi adanya manipulasi dalam proses lelang, mark-up harga material, serta pengaturan pemenang tender.

KPK menduga ada peran sejumlah pejabat daerah dalam memuluskan proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya aliran dana ke beberapa pihak.


Ria Norsan Tegaskan Siap Kooperatif

Sementara itu, Gubernur Ria Norsan saat dimintai tanggapan oleh wartawan usai menjalani pemeriksaan menyatakan siap bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya hadir sebagai saksi, menjelaskan sesuai yang saya ketahui. Kita hormati proses hukum dan biarkan KPK bekerja,” ujar Ria Norsan singkat.


KPK Pastikan Kasus Akan Diusut Tuntas

Budi menegaskan, KPK akan terus mengejar semua pihak yang terlibat, baik dari unsur penyelenggara negara maupun pihak swasta. Lembaga antirasuah itu berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara transparan.

“Penyidik akan terus bekerja tanpa pandang bulu. Semua yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Dengan pemeriksaan terhadap Gubernur Ria Norsan, KPK kini disebut telah memasuki babak baru dalam penyelidikan proyek jalan Mempawah yang sempat menjadi sorotan publik di Kalimantan Barat.


Penutup: Publik Harap Keadilan Tak Pandang Bulu

Kasus ini menjadi perhatian besar masyarakat Kalbar, terutama karena menyangkut proyek infrastruktur yang seharusnya berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Publik kini menanti langkah tegas KPK dalam membongkar jaringan korupsi di daerah, demi memastikan pembangunan tidak lagi dikotori oleh praktik penyimpangan dan kepentingan pribadi.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *