Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Satgas Monitoring Desa Bumbun dan Amawang Dilepas, Dandim: Utamakan Dialog, Bukan Penindakan

cek disini

Dandim Mempawah Tegaskan Satgas Monitoring dan Pembinaan Harus Humanis: “Tidak Ada Kekerasan, Utamakan Pendekatan Persuasif”

Info Mempawah- Suasana pagi di halaman Kantor Bupati Mempawah terasa hangat dan penuh semangat ketika Dandim 1201/Mph, Letkol CZI Ali Isnaini, secara resmi melepas Satuan Tugas (Satgas) Monitoring dan Pembinaan Masyarakat untuk Desa Bumbun dan Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam menjaga stabilitas, ketertiban, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Letkol Ali Isnaini menegaskan bahwa seluruh anggota Satgas harus menjalankan tugas tanpa kekerasan dan tindakan represif, melainkan dengan pendekatan persuasif dan dialogis. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara aparat dan warga, terutama dalam menangani isu sensitif seperti sengketa lahan yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.

“Pimpinan menekankan kegiatan ini harus dilaksanakan secara humanis. Tidak ada penindakan, tidak ada kekerasan. Kita datang bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membimbing, mengayomi, dan memberi pemahaman yang baik kepada masyarakat,” tegas Dandim di hadapan para personel Satgas.

Satgas Monitoring Desa Bumbun dan Amawang Dilepas, Dandim: Utamakan Dialog, Bukan Penindakan
Satgas Monitoring Desa Bumbun dan Amawang Dilepas, Dandim: Utamakan Dialog, Bukan Penindakan

Baca Juga : Mempawah Siap Bangun Kantor Imigrasi Baru, Layanan Publik Makin Dekat

Satgas Gabungan untuk Jaga Kondusifitas Wilayah

Satgas Monitoring dan Pembinaan ini melibatkan personel gabungan dari Kodim 1201/Mph, Polres Mempawah, dan Satpol PP Pemkab Mempawah. Mereka ditugaskan untuk mendampingi masyarakat di dua desa yang tengah menghadapi sengketa pengelolaan lahan perkebunan sawit dengan PT AHAL.

Ali menjelaskan, keberadaan Satgas bukan untuk menekan salah satu pihak, melainkan menjadi penjembatan komunikasi antara warga, pemerintah, dan perusahaan. Dengan demikian, penyelesaian masalah diharapkan bisa dilakukan secara damai dan bermartabat.

“Kita semua berharap agar situasi tetap kondusif, penegakan hukum berjalan dengan baik, dan tidak muncul permasalahan baru akibat kegiatan ini,” ujarnya.

Pendekatan Edukatif dan Transparan

Dalam arahannya, Dandim juga mengingatkan agar setiap anggota Satgas menyampaikan pesan dengan cara yang sopan, tegas, dan edukatif. Masyarakat harus diberi penjelasan yang jelas dan berdasarkan data akurat tentang setiap langkah yang diambil pemerintah maupun aparat.

“Sampaikan kepada masyarakat dengan sopan dan tegas. Bila ada tindakan yang melanggar hukum, berikan penjelasan yang valid mengenai dampak dan konsekuensinya. Edukasi lebih penting daripada intimidasi,” kata Letkol Ali.

Selain itu, Dandim meminta para koordinator lapangan untuk aktif berkomunikasi, memberikan masukan, serta melaporkan setiap dinamika yang terjadi di lapangan. Transparansi dianggap penting agar kegiatan berjalan efektif dan dapat dievaluasi bersama.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Mempawah dan jajaran Forkopimda, yang secara langsung memantau pelaksanaan Satgas. Pemerintah berharap program ini menjadi contoh penanganan masalah sosial yang damai, beradab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Satgas ini dipantau langsung oleh Ibu Bupati dan Forkopimda. Harapan kita, pelaksanaannya berjalan lancar, tertib, dan membawa hasil terbaik bagi masyarakat,” tandas Dandim.

Komitmen Membangun Kepercayaan Masyarakat

Sebagai penutup, Letkol Ali Isnaini menegaskan kembali bahwa keberhasilan Satgas tidak diukur dari seberapa keras tindakan yang diambil, tetapi dari seberapa besar kepercayaan masyarakat dapat kembali dibangun. Ia mengajak seluruh anggota Satgas untuk bekerja dengan hati, menjaga integritas, dan menjadi teladan di lapangan.

“Laksanakan tugas dengan sepenuh hati dan penuh rasa tanggung jawab. Jadilah wajah TNI-Polri yang meneduhkan, bukan menakutkan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Dandim Mempawah berharap Desa Bumbun dan Desa Amawang dapat kembali menjadi wilayah yang aman, sejahtera, dan harmonis, dengan masyarakat yang percaya bahwa negara selalu hadir untuk melindungi dan mendengarkan mereka.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *